Ever heard
of this brand? Brand ini emang sepertinya terbilang baru di Indonesia, tapi
lagi hangat di perbincangkan dan reviewnya udah dimana-mana. Iya, ini makeup
lokal. Mineral Botanica atau yang sering disingkat dengan MiCa ini ternyata
produknya lengkap. Dari mulai skin care, decorative makeup, sampe perfume mist.
Tapi mereka ngga punya website, cuma ada facebook dan beberapa akun media
sosial lainnya. Jadi kalo kamu mau beli, kamu harus cari distributor atau
reseller yang menjual produk-produk mereka. Tapi sangking banyaknya, kalo kamu
buka Instagram mereka, berseliweran banget para reseller yang menjajakan produk
MiCa. Agak ribet, sih. Secara gue suka sama brand yang punya professional
website dan udah termasuk sama online shopping servicenya. Tapi di sisi lain
ini jadi benefit juga buat yang tinggalnya cukup jauh dari Jakarta, bisa dapet
reseller yang menjual dengan harga sama namun ongkos kirimnya murah.
PACKAGING
Seperti liquid
lipstick pada umumnya, produknya pakai tube. Tubenya cukup gendut, dilapisi
dengan semacam stiker bertulisan brand, deskripsi produk, dan ingredients. Di
bagian bawah tubenya transparan jadi bisa keliatan warna lipsticknya. Gue ngga
tau mereka ngepackage produk mereka pakai mesin atau tenaga manusia, tapi lip
cream yang gue dapet itu stikernya ngga rapih. Kecil sih detailnya, but I’m
still disappointed :( The product only came with sealed plastic, no box or
anything. Aplikatornya menurut gue terlalu kepanjangan dan agak susah dipakai,
but you can still work with that.
![]() |
| Packaging yang kurang rapih. |
PRODUCT
Gue sempet
sedikit kecewa karena teksturnya terlalu cair for my liking. Apalagi waktu gue
beli ini gue belum terlalu jago pake liquid lipstick, so it’s kind of difficult
to apply :( Karena terlalu cair, jadi gampang bleber. Kalo kalian juga punya
masalah yang sama, tips dari gue adalah peperin aplikatornya di lubang tubenya
supaya produknya ngga langsung banyak. This is working because the lip cream is
easy to build up. Kalo lo merasa masih kurang di bibir, pulas lagi aja. So far
sih I have no problem with that. Untuk pigmentasinya sebenarnya kurang ok, kalo sekali pulas aja kayak ngga rata warnanya jadi at least harus 2 kali pulas. Wanginya semacam vanilla manis gitu, tapi setelah
diaplikasikan wanginya bakal hilang. Hasilnya matte banget, so always put
lipbalm first. It doesn’t take too long for this to dry either. Merlot ini warnanya dark wine red gitu, tapi karena pigmentasinya kurang, untuk ngedapetin warna yang sesuai harus beberapa kali pulas.
STAYING
POWER
This lip
cream is totally fine! Tahan sampai kurang lebih 5 jam, setelahnya cukup fading
di bibir bagian dalam. Gue bawa makan yang berat dan berminyak juga ngga langsung
hilang semua warnanya, masih ninggalin warna di bibir. But if you’re planning
to use this for a whole day, a touch up is a must. It doesn’t oxidize so that’s a plus point! :) Oiya, walaupun di packagingnya bertuliskan no color transfer, tapi buat gue ngga 100% transferproof.
PRICE
Harganya
cuma Rp 53.000 aja, guys! Gue beli di salah satu online shop di Instagram (id:
mei_kho). I believe this is pretty affordable considering some local liquid
lipstick can cost more than Rp 100.000.


VERDICT
+ Easy to
build/touch up
+ Warnanya ngga menggelap/oksidasi
- Cukup susah & ribet nyarinya untuk sebuah produk lokal
- Cukup susah & ribet nyarinya untuk sebuah produk lokal
- Terlalu
cair
- Pigmentasinya kurang
- Pigmentasinya kurang
- Packaging
kurang rapih (sorry, LOL)
Repurchase?
Probably yes. Pengen coba warna yang lebih terang. Semoga nanti kalau beli lagi
packagingnya bisa lebih rapih ya LOL
So, what do
you think of this newcomer local liquid lipstick? Leave me a comment down what
you think! ;)
(P.S: Yes,
I removed the WHY I BOUGHT IT section because it makes my review a little bit
too long with too much information. I hope you enjoy reading!)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar